Olahraga saat puasa

Tetap Bugar Meski Puasa: 7 Olahraga Ringan yang Bisa Kita Coba

Selama sekitar 13 jam menahan lapar dan dahaga, tubuh tentu mengalami penurunan energi. Kondisi ini sering kali membuat kita ragu: apakah boleh tetap berolahraga saat berpuasa?

Jawabannya, tentu saja boleh. Puasa bukanlah penghalang untuk tetap aktif. Sebaliknya, aktivitas fisik yang tepat justru membantu menjaga tubuh tetap fit dan segar. Kuncinya terletak pada pemilihan jenis olahraga dan pengaturan waktu yang cerdas.

Berikut adalah rekomendasi olahraga ringan yang minim risiko lemas selama bulan puasa:

Olahraga Ringan untuk Menjaga Kebugaran

Karena asupan energi yang terbatas, pilihlah aktivitas fisik dengan intensitas rendah agar tubuh tidak cepat lelah.

  1. Yoga

Yoga adalah pilihan ideal karena gerakannya yang tenang dan tidak menguras banyak tenaga. Fokus pada teknik pernapasan dan peregangan otot akan membuat otak lebih rileks, menenangkan pikiran, serta membantu Anda mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

  1. Jalan Santai

Ingin tetap bergerak tanpa berkeringat berlebih? Jalan santai adalah solusinya. Olahraga ini sangat efektif menjaga kesehatan jantung, kekuatan tulang, dan otot tanpa harus membuang banyak cadangan energi.

  1. Pilates

Mirip dengan yoga, pilates bisa disesuaikan dengan kemampuan fisik Anda saat berpuasa. Manfaatnya sangat beragam, mulai dari memperbaiki postur tubuh, meredakan stres, hingga meningkatkan kekuatan otot inti.

  1. Bersepeda

Bersepeda santai di sore hari menjelang berbuka (ngabuburit) adalah cara menyenangkan untuk membakar kalori dan lemak. Selain menyehatkan jantung, aktivitas ini terbukti ampuh meredakan stres dan membuat pikiran lebih tenang.

  1. Jogging Intensitas Ringan

Jika Anda merasa masih memiliki energi ekstra, lakukan jogging ringan selama maksimal 30 menit. Anda bisa memilih waktu di pagi hari saat energi masih penuh, atau di sore hari untuk menghabiskan sisa tenaga sebelum berbuka. Segera berhenti jika tubuh mulai merasa terlalu lelah.

  1. Tai Chi

Tai chi sangat direkomendasikan karena intensitasnya yang rendah sehingga tidak cepat memicu rasa haus. Olahraga ini fokus pada fleksibilitas, kestabilan otot, dan fungsi kognitif. Waktu terbaik melakukannya adalah sebelum sahur atau di pagi hari sebelum memulai aktivitas.

  1. Sit Up dan Push Up

Dua gerakan klasik ini sangat praktis karena bisa dilakukan di mana saja saat waktu santai. Sit up bermanfaat memperbaiki fleksibilitas dan membentuk otot perut, sementara push up efektif menjaga stabilitas tubuh serta menguatkan otot dada.

Kesimpulan

Menjalankan ibadah puasa bukan berarti Anda harus berhenti bergerak. Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan mendengarkan sinyal tubuh, Anda bisa tetap bugar dan produktif hingga hari kemenangan tiba.

Referensi: siloamhospitals.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *