Dr. Solihin Fanani, M.PsDM.,

Workshop Pengembangan Masjid Muhammadiyah Se-Kabupaten Malang

Lazismu Kabupaten Malang – Masjid bukan sekadar tempat ruku dan sujud, melainkan jantung penggerak peradaban dan pemberdayaan masyarakat. Semangat inilah yang melandasi digelarnya Workshop Pengembangan Masjid Muhammadiyah Se-Kabupaten Malang pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Bertempat di Aula Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM), acara ini mempertemukan sekitar 100 lebih pengelola masjid dan tokoh Muhammadiyah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM), Majelis Tabligh PDM Kabupaten Malang, dan Lazismu Kabupaten Malang.

Wakil Ketua PDM bidang Majelis Tabligh

Mengembalikan Identitas dan Ideologi Masjid

Acara dibuka dengan arahan strategis dari Ketua PDM Kabupaten Malang yang diwakili oleh Dr. Sunarto (Wakil Ketua PDM bidang Majelis Tabligh dan KBIHU). Beliau menekankan pentingnya memahami kembali landasan filosofis kehadiran Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Dalam sesi ini, ditekankan bahwa masjid Muhammadiyah harus memiliki karakter kuat: mencerahkan, berkemajuan, dan memiliki nilai-nilai strategi pengembangan yang jelas. Sosok takmir bukan sekadar penjaga gedung, melainkan pemimpin jamaah yang memahami tugas ideologis dan fungsi khas masjid Muhammadiyah sebagai pusat dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

Fokus utama workshop ini adalah membangun ekosistem masjid yang mandiri melalui sinergi kelembagaan. Tiga pemateri utama memaparkan strategi integrasi yang saling menguatkan:

  1. Ust. Amir Rifai, M.Pd.I (Majelis Tabligh): Menekankan pada penguatan dakwah yang mencerahkan hingga ke tingkat Ranting.
  2. Ust. Sholeh Subagja, M.Pd. (LPCR): Memaparkan pentingnya masjid sebagai pusat pembinaan cabang dan ranting yang solid.
  3. Bapak Kahar, M.Pd. (Lazismu Kabupaten Malang): Menjelaskan bagaimana masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang produktif.

Tabligh, Lazismu, dan LPCR

Profesionalisme Manajemen di Era Modern

Agar masjid dapat merespons kebutuhan jamaah di era modern, sisi manajerial menjadi poin krusial. Sugianto, M.Ag., yang dipandu oleh Bapak Edi selaku moderator, membedah pentingnya kepemimpinan masjid yang profesional.

Pengelolaan masjid tidak lagi bisa dilakukan secara amatir. Diperlukan tata kelola yang responsif, transparan, dan memiliki visi jangka panjang agar masjid benar-benar menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat luas.

Optimalisasi SDM dan Psikologi Dakwah

Sesi terakhir ditutup dengan materi mendalam dari Dr. Solihin Fanani, M.PsDM., dengan moderator Ustadz Yusuf. Beliau menyoroti bahwa kemakmuran masjid sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) takmirnya.

Dr. Solihin memaparkan strategi pengembangan SDM berbasis psikologi dakwah. Tujuannya adalah menciptakan suasana masjid yang nyaman, makmur, dan memberikan kemaslahatan nyata bagi umat. Masjid yang berhasil adalah masjid yang kehadirannya dirasakan langsung manfaatnya oleh lingkungan sekitar, baik secara spiritual maupun sosial.

Melalui penguatan ideologi dan perbaikan manajemen ini, masjid-masjid Muhammadiyah di Kabupaten Malang diharapkan mampu menyatu lebih dalam dengan masyarakat. Dengan tata kelola yang lebih profesional, masjid akan menjadi garda terdepan dalam dakwah yang mencerahkan sekaligus memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan sosial.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *