Seorang lelaki saleh menengadahkan tangan dalam sebuah perjalanan. Ia berdoa, “Ya Allah, anugerahkanlah keberkahan dalam kehidupanku dan kehidupan saudaraku ini.” Doanya sederhana, tetapi harapannya sangat besar.
Kisah Doa Seorang Lelaki Saleh
Sahabat yang berjalan bersamanya merasa heran. “Mengapa engkau tidak meminta rezeki yang banyak kepada Allah?” tanyanya.
Lelaki itu tersenyum, lalu menjawab, “Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Tidak ada burung yang terbang, ikan yang berenang, atau semut yang berjalan, kecuali Allah telah menetapkan rezekinya. Namun, Allah tidak menjanjikan bahwa setiap orang akan memperoleh keberkahan.”
Sang sahabat bertanya lagi, “Lalu, apa sebenarnya keberkahan itu?”
Ia menjawab, “Keberkahan adalah karunia Allah yang tidak tampak oleh mata, tetapi nyata pengaruhnya. Ia laksana tentara Allah yang tersembunyi. Ketika ia hadir, yang sedikit menjadi cukup, yang banyak menjadi bermanfaat, dan yang biasa berubah menjadi luar biasa.”
Apa Itu Keberkahan?
Keberkahan adalah bertambahnya kebaikan. Manusia sering mengukur keberhasilan dari jumlah: harta, jabatan, rumah, atau usaha. Padahal, dalam pandangan Allah, yang penting adalah ada atau tidaknya keberkahan di dalam nikmat itu.
Banyak orang berharta melimpah, tetapi hidupnya penuh kecemasan. Sebaliknya, ada keluarga berpenghasilan sederhana yang tidak pernah kekurangan. Rumahnya penuh kebahagiaan, anak-anaknya tumbuh dalam kasih sayang, dan tamunya merasakan kedamaian.
Itulah keberkahan. Ia bertambah dalam kualitas dan manfaat, bukan hanya dalam jumlah.
Ketika Keberkahan Singgah
Keberkahan dapat hadir pada berbagai sisi kehidupan:
- Pada harta: Hartanya sedikit, tetapi cukup dan menenteramkan. Dari harta itu lahir sedekah, pendidikan anak, bantuan untuk tetangga, hingga amal jariah.
- Pada anak: Mereka tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah. Mereka bangga karena prestasi dan akhlaknya, serta menjadi sumber doa bagi orang tua.
- Pada kesehatan: Tubuh kuat untuk sujud, bekerja, belajar, dan melayani sesama.
- Pada waktu: Dua puluh empat jam terasa cukup untuk bekerja, beribadah, belajar, dan mendidik anak.
- Pada hati: Hati menjadi lapang, mudah bersyukur, tidak iri, dan selalu merasa dekat dengan Allah. Inilah kekayaan yang sesungguhnya.
Keberkahan dalam Kehidupan Sehari-hari
Keberkahan sering hadir dalam bentuk sederhana.
Pedagang kecil. Ia membuka toko selepas Subuh dengan modal tidak besar, tetapi pembeli selalu datang. Keuntungannya cukup untuk menghidupi keluarga, menyekolahkan anak, dan bersedekah. Di sisi lain, ada usaha beromzet miliaran yang pemiliknya tidak tenang karena konflik keluarga dan utang yang menumpuk.
Guru. Gajinya mungkin tidak tinggi, tetapi ilmunya melahirkan dokter, ulama, ilmuwan, dan pemimpin. Bahkan setelah wafat, pahala ilmunya terus mengalir melalui murid-muridnya.
Rumah tangga. Rumah yang sederhana bisa dipenuhi canda, doa, dan kasih sayang. Sebaliknya, rumah megah bisa terasa dingin karena penghuninya jarang berbicara dan mudah bertengkar. Yang membuat rumah menjadi surga adalah keberkahan yang Allah turunkan, bukan luas bangunannya.
Keberkahan Datang Bersama Ketakwaan
Allah berjanji dalam Al-Qur’an:
“Sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)
Ayat ini menunjukkan eratnya hubungan antara keberkahan, iman, dan takwa. Semakin dekat seorang hamba kepada Allah, semakin besar peluangnya memperoleh keberkahan.
Para malaikat juga berkata kepada keluarga Nabi Ibrahim:
“Rahmat Allah dan keberkahan-Nya dicurahkan atas kamu, wahai ahlul bait.” (QS. Hud: 73)
Rahmat dan keberkahan selalu berjalan beriringan. Rahmat menghadirkan kasih sayang Allah, sedangkan keberkahan membuat nikmat itu terus berkembang dalam kebaikan.
Doa yang Jangan Pernah Terlupakan
Rasulullah SAW senantiasa memohon keberkahan. Salah satu doa beliau adalah:
“Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya.” (HR. Abu Dawud)
Seorang mukmin tidak hanya mengejar banyaknya rezeki. Ia juga memohon agar setiap rezeki diberkahi. Hidup yang diberkahi jauh lebih berharga daripada hidup yang sekadar penuh kemewahan.
Marilah kita berdoa:
Ya Allah, berkahilah rumah kami agar dipenuhi sakinah dan kasih sayang. Berkahilah kesehatan kami agar menjadi sarana beribadah kepada-Mu. Berkahilah usia kami agar setiap detiknya bernilai amal saleh. Berkahilah anak-anak kami agar menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan bermanfaat. Berkahilah harta kami agar menjadi jalan menuju surga-Mu. Berkahilah waktu kami agar tidak terbuang sia-sia. Berkahilah usaha, pekerjaan, ilmu, dan seluruh urusan kami.
Hidup bukan tentang memiliki yang paling banyak. Hidup adalah tentang memiliki keberkahan, sehingga apa pun yang Allah titipkan menjadi cukup, menenangkan hati, bermanfaat bagi sesama, dan bernilai ibadah hingga akhir hayat.
Ya Allah, limpahkanlah kepada kami keberkahan dari langit dan bumi, keberkahan dalam iman, keluarga, ilmu, rezeki, waktu, dan seluruh perjalanan hidup kami. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Referensi : pwmu.co