Kekeringan masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Malang. Sebanyak 14 desa di enam kecamatan hingga kini masih terdampak krisis air bersih dengan total 5.799 kepala keluarga (KK) atau sekitar 18.414 jiwa terdampak.. Bagi warga di wilayah selatan, kemarau berarti sumur mengering dan akses air bersih makin sulit.
Enam Kecamatan yang Masih Terdampak
Enam kecamatan yang masih terdampak kekeringan adalah:
- Sumbermanjing Wetan (Sumawe)
- Gedangan
- Sumberpucung
- Donomulyo
- Kalipare
- Pagak
Karangkates Catat Distribusi Air Terbesar
Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, mencatat akumulasi distribusi air bersih terbesar, yaitu 1.016.700 liter. Bantuan tersebut menjangkau 1.035 kepala keluarga (KK) atau 3.105 jiwa.
Mengapa Wilayah Selatan Rawan Kekeringan?
Wilayah selatan Kabupaten Malang berupa pegunungan karst dengan curah hujan rendah. Tanah di kawasan ini juga sulit menyimpan air.
Ancaman kekeringan di kawasan ini dipicu oleh beberapa faktor:
- Kondisi geologi
- Kondisi klimatologi
- Kondisi vegetasi
Sumur Surut, Jaringan PDAM Belum Menjangkau
Warga biasanya memanfaatkan air bersih dari sumur gali. Namun saat kemarau, air sumur-sumur itu surut. Di sisi lain, jaringan PDAM baru sampai di Argotirto, desa tetangga. Akibatnya, warga yang terdampak belum memiliki sumber air alternatif yang memadai.
Krisis air bersih ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar warga di wilayah selatan Kabupaten Malang masih membutuhkan perhatian bersama. Dukungan dari berbagai pihak sangat dinantikan agar warga terdampak dapat memperoleh air bersih yang layak.
Mari bantu saudara kita yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Salurkan sedekah air terbaikmu, karena setiap liter air sangat berarti bagi mereka. 💧🤲
Referensi : malang-post.com | radarmalang | kompas.id | lenteratoday.com
