Musibah Banjir dan Longsor di Pulau Sumatera: Ratusan Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur
Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bencana ini menyebabkan akses jalan terputus, jaringan listrik dan komunikasi terganggu, serta menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.
Kerusakan Infrastruktur dan Akses Wilayah
Sejumlah jalur penghubung antar kabupaten/kota terputus akibat material longsor serta tingginya debit air. Selain itu, beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi karena fasilitas yang terdampak banjir.
Korban Jiwa di Sumatera Barat
Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 74 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda lima kecamatan.
Kecamatan Palembayan mencatat korban terbanyak, yakni 27 orang meninggal.
Dari total korban, 21 di antaranya telah teridentifikasi, sementara 6 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD, Abdul Muhari, dalam laporan tertulis pada 29 November 2025.
Data Korban Jiwa Menurut BNPB
Selain Sumatera Barat, bencana ini juga berdampak besar di provinsi lain. Berdasarkan pembaruan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi adalah:
Sumatera Utara: 166 orang
Aceh: 47 orang
Sumatera Barat: 90 orang
Total korban meninggal mencapai 303 jiwa di seluruh Pulau Sumatera.

Donasi untuk penyintas banjir Sumatera serta erupsi Semeru dapat disalurkan melalui,
Jatim Syariah : 6142 5555 40
BCA Syariah : 0536 555 444
BNI : 044 2423 241
BSI : 5100 5100 51
an. Lazismu Kabupaten Malang
Gunakan kode unik 011 (contoh: Rp 100.011)
atau tambahkan keterangan: bantu bencana
WA Center : 08123-1222-915

