Ilustrasi adab mendahulukan tangan kanan dalam Islam sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Ajaran Rasulullah tentang Mendahulukan Tangan Kanan dalam Islam

Untuk segala perkara yang baik, Islam mengajarkan agar kita mendahulukan sisi kanan. Sebaliknya, ketika hendak melepaskan sesuatu atau memulai perkara yang bersifat kurang baik, hendaknya dimulai dari sisi kiri. Inilah salah satu adab luhur yang diajarkan dalam agama kita.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika menyisir rambut dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari 186 dan Muslim 268)

Dalam banyak perbuatannya, Rasulullah SAW senantiasa mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan sebagai bagian dari kebiasaan mulia beliau sehari-hari.

Makna “Aam Makhsuus” dalam Hadis Ini

Al-Imam Ibn Hajar Al-Asqalani menjelaskan dengan mengutip pendapat Al-Imam An-Nawawi bahwa ungkapan Rasulullah “وفي شأنه كله” (dalam segala perbuatannya) merupakan kalimat ‘aam makhsuus — yakni kalimat umum yang sesungguhnya memiliki pengecualian.

Artinya, tidak semua perbuatan Rasulullah SAW dimulai dari anggota tubuh sebelah kanan. Terdapat banyak perbuatan beliau yang justru dimulai dengan anggota sebelah kiri — misalnya ketika masuk ke kamar mandi, ketika keluar dari masjid, dan berbagai aktivitas lainnya yang serupa.

Kandungan dan Pelajaran dari Hadis

  1. Keutamaan Ummul Mukminin, Khususnya Aisyah ra.

Hadis ini menunjukkan keutamaan para Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anhun, terlebih khusus Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Beliau adalah seorang wanita yang berilmu tinggi, sangat memahami agama, penuh ketakwaan, dan wara’. Kesungguhannya dalam mencari tahu setiap sunnah Nabi dan menyebarkannya kepada umat menjadikan kaum Muslimin dapat mengetahui berbagai perincian keadaan Rasulullah SAW sehingga mampu meneladani beliau dengan lebih sempurna.

  1. Sunnah Mendahulukan yang Kanan

Hadis ini menegaskan disunnahkannya memulai suatu perkara dengan sisi kanan sesuai kandungan yang disebutkan. Perlu dipahami bahwa contoh-contoh yang disebutkan dalam hadis ini hanya bersifat ilustrasi, bukan pembatasan yang kaku.

Kaidah umum dalam perkara ini adalah: segala sesuatu yang berkaitan dengan kemuliaan dan keindahan dimulai dengan sisi kanan, sedangkan perkara-perkara yang tidak demikian dimulai dengan sisi kiri. Beberapa contoh yang dimulai dengan sisi kiri atau tangan kiri antara lain: masuk ke toilet, keluar dari masjid, melepas pakaian, bersuci dari hadas, dan membersihkan rongga hidung.

  1. Kesempurnaan Ajaran Islam

Islam adalah agama yang sempurna, senantiasa membimbing umatnya menuju segala hal yang memperbaiki urusan mereka, meninggikan kedudukan mereka, membedakan mereka dari penganut agama lain, serta mendatangkan manfaat baik di dunia maupun di akhirat. Tidak ada satu pun kebaikan kecuali telah ditunjukkan kepada umat, dan tidak ada satu pun keburukan kecuali telah diperingatkan agar dijauhi.

  1. Analogi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kandungan hadis ini dapat dianalogikan dengan peristiwa penerimaan rapor di sekolah. Seorang siswa yang meraih hasil baik dan dinyatakan lulus ujian akan dengan bangga memperlihatkan rapornya kepada teman-teman dan sanak keluarganya. Sebaliknya, siswa yang tidak lulus justru berharap seandainya ia tidak perlu menerima rapor tersebut, apalagi sampai harus melihat isinya.

Kaitan Hadis dengan Ayat Al-Qur’an

Al-Qur’an sebagai sumber utama hukum Islam turut menjelaskan tentang penggolongan manusia di akhirat kelak berdasarkan tangan mana yang menerima catatan amal mereka. Menariknya, Al-Qur’an membagi manusia menjadi dua golongan besar.

Golongan Pertama: Menerima Catatan dengan Tangan Kanan

Golongan pertama adalah mereka yang menerima buku catatan amalnya dengan tangan kanan. Golongan ini identik dengan orang-orang yang saleh, taat kepada Allah Azza wa Jalla, dan akan memperoleh keselamatan, kebahagiaan, kenikmatan, serta keberuntungan di akhirat kelak.

Saking bahagianya atas hasil catatan amal yang baik tersebut, mereka pun dengan penuh sukacita memperlihatkannya kepada orang lain. Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: ‘Ambillah, bacalah kitabku (ini)’.” (QS. Al-Haqqah [69]: 19)

Golongan Kedua: Menerima Catatan dengan Tangan Kiri

Golongan kedua adalah mereka yang menerima catatan amalnya dengan tangan kiri. Mereka adalah kumpulan orang-orang yang dirundung kesedihan mendalam dan perasaan hancur karena buruknya catatan yang terkandung dalam buku amal mereka.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: ‘Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini)’.” (QS. Al-Haqqah [69]: 25)

Referensi : majelistabligh.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *