Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai Pengajian Daerah dan Halalbihalal 1447 H yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang pada Ahad, 3 Mei 2026, pukul 09.00 WIB. Bertempat di Lapangan Bayem, Kasembon, kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali silaturahmi, menebarkan maaf, dan memperkuat semangat berjamaah di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah Kabupaten Malang.
Kemeriahan yang Melibatkan Seluruh Lapisan
Halalbihalal ini terasa semakin semarak dengan kehadiran siswa-siswi Kelompok Bermain, TK ABA, dan SD Muhammadiyah yang turut memeriahkan acara dengan penuh keceriaan. Kehadiran generasi muda Muhammadiyah ini menambah kehangatan suasana sekaligus menegaskan bahwa semangat persyarikatan tumbuh subur dari usia dini.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan dua momen bermakna lainnya. Pertama, penyerahan sertifikat tanah wakaf dari pewakif yang direncanakan untuk pembangunan Pondok Rimba Wono Agung — sebuah langkah nyata dalam memperkuat aset dan kemanfaatan persyarikatan. Kedua, pembagian sembako dari Lazismu Kabupaten Malang kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai wujud kepedulian sosial yang terus dijaga oleh Muhammadiyah.
Sambutan Hangat dari Tuan Rumah
Ketua PCM Kasembon, Ustadz Rifki Ja’far Thalib, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh hadirin yang berkenan hadir dan meramaikan kegiatan di Kecamatan Kasembon.
“Kami juga mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dalam hal penjamuan — apabila ada yang kurang, mohon dimaafkan dengan selapang-lapangnya,” ujar Ustadz Rifki dengan penuh kerendahan hati.
Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Malang, Nurul Humaidi, menegaskan bahwa halalbihalal adalah tradisi agung yang patut terus dilestarikan oleh umat Islam. Ia menekankan bahwa halalbihalal bukanlah bid’ah, melainkan budaya mulia yang memperkuat persatuan dan memperindah hubungan antarmanusia.
Dua Tokoh Istimewa yang Hadir Memberikan Inspirasi
Panitia kegiatan menghadirkan dua tokoh penting yang menjadi pengisi acara utama dalam halalbihalal ini. Tokoh pertama adalah Abah Sanusi, Bupati Kabupaten Malang, yang dikenal luas sebagai sosok yang merintis program subuh keliling di masjid-masjid seluruh Kabupaten Malang — sebuah gerakan yang telah menghidupkan semangat berjamaah di akar rumput.
Tokoh kedua adalah Ir. Kusnadi Ikhwan, M.M. dari Sragen — tokoh yang dikenal sejak merintis dan merevitalisasi Masjid Al-Falah Sragen menjadi masjid yang hidup dan berdampak luas. Selain itu, beliau merupakan anggota Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Ir. Kusnadi Ikhwan membuka tausiyahnya dengan semangat yang berkobar-kobar, mengisahkan perjalanan panjangnya dalam merintis dan membangun kembali Masjid Al-Falah Sragen dari nol. Salah satu prinsip yang ia pegang teguh dan kini menjadi identitas masjid tersebut adalah bahwa masjidnya terbuka penuh selama 24 jam — menjadikannya masjid yang ramah bagi setiap musafir dan siapa pun yang datang mencari ketenangan.
Pengajian Daerah dan Halalbihalal 1447 H PDM Kabupaten Malang di Kasembon ini bukan sekadar ajang saling bermaafan — ia adalah wujud nyata dari semangat Muhammadiyah yang terus bergerak: membangun generasi, menguatkan aset wakaf, berbagi kepada sesama, dan menghidupkan masjid sebagai pusat peradaban. Semoga ukhuwah yang terjalin di Lapangan Bayem hari itu terus tumbuh dan memberikan buah kebaikan yang luas bagi masyarakat Kabupaten Malang. 🤝🏻🌿

