Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan untuk menahan lapar. Bulan ini adalah hadiah istimewa dari Allah Swt—sebuah fase emas di mana ampunan terbuka lebar dan setiap kebaikan dilipatgandakan. Namun, berkah spiritual yang besar tentu membutuhkan persiapan yang matang.
Agar kita bisa meraih manfaat Ramadan secara optimal, mari mulai “pemanasan” spiritual dengan tiga amalan utama berikut ini.
- Perbanyak Puasa Sunah sebagai Latihan Mental
Puasa sunah adalah perisai sekaligus latihan fisik terbaik sebelum memasuki bulan puasa sebulan penuh. Selain menambah pahala, ibadah ini akan menjauhkan kita dari api neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
“Dari Abi Said al-Khudri r.a. [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka selama 70 tahun.” [HR. al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ahmad, ad-Darimiy, dan Ibnu Majah].
Tak hanya itu, puasa sunah juga menjadi sarana pembersihan dosa. Dalam hadis lain, Rasulullah saw menjelaskan keutamaan puasa Arafah dan Asyura:
“Dari Abi Qatadah, dari Nabi saw [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Ada seseorang bertanya kepada Nabi saw. bagaimana pendapat anda tentang puasa Arafah? Nabi menjawab: Puasa Arafah itu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan yang tersisa. Kemudian orang tadi bertanya lagi: Bagaimana tentang puasa Asyura? Nabi saw. menjawab: Puasa Asyura dapat menghapus dosa yang telah lalu.” [HR. Ahmad].
Anda dapat memilih Puasa Dawud, Senin-Kamis, atau puasa tiga hari setiap bulan (Ayyam al-Bidh). Ibadah ini akan memperkuat mental dan memberi Anda pengalaman spiritual yang berharga sebelum Ramadan tiba.
- Istiqamah Salat Tahajud untuk Kesiapan Tarawih
Menjelang bulan suci, kita sangat dianjurkan mulai membiasakan diri bangun malam untuk melaksanakan salat Tahajud. Hal ini bertujuan agar fisik dan batin kita lebih siap saat melaksanakan salat Tarawih nanti. Allah Swt memerintahkan ibadah malam ini secara langsung dalam firman-Nya:
وَمِنَ الَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهٗ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيْلًا
“Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” [QS. Al Insan: 26].
Bagi hamba yang mengerjakannya dengan khusyuk, Allah menjanjikan tempat yang mulia:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” [QS. Al-Isra: 79].
- Akrabkan Diri dengan Al-Qur’an Sejak Dini
Menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat harian adalah langkah bijak. Dengan mulai merutinkan tilawah dari sekarang, lisan kita akan lebih terlatih untuk menamatkan Al-Qur’an sebanyak mungkin di bulan Ramadan nanti.
Setiap huruf yang Anda baca mengandung kebaikan yang luar biasa, sebagaimana disabdakan Rasulullah saw:
“Kata ‘Abdullah ibn Mas‘ud, Rasulullah Saw bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah [Al-Qur’an], maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” [HR. At-Tirmidzi].
Kesimpulan: Sambut Ramadan dengan Hati Lapang
Mengombinasikan puasa sunah, salat tahajud, dan tilawah Al-Qur’an akan memperkokoh spiritualitas kita. Mari kita manfaatkan waktu yang tersisa untuk terus memperbaiki diri dan bertawakal kepada-Nya.
Semoga dengan kesungguhan ini, Allah Swt memberikan kita kesempatan bertemu kembali dengan Ramadan dalam keadaan penuh keikhlasan dan meraih ampunan-Nya. Amin.
Referensi:
muhammadiyah.or.id

