Pada Rabu, 12 Agustus 2026, program Lazismu Goes to School sukses diselenggarakan dengan mengusung tema parenting mengenai pola asuh dan tumbuh kembang anak usia dini. Kegiatan edukatif ini berlangsung di TK Negeri Pembina Bantur, Kabupaten Malang, sebagai hasil kolaborasi antara Lazismu bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Lewat program ini, para orang tua diajak untuk memahami karakter anak secara lebih mendalam demi mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Sinergi Bersama Dinas Pendidikan demi PAUD Berkualitas
Pentingnya masa usia dini menuntut adanya sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan para orang tua murid. Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Bantur, Ibu Astina Ratna Dewi, S.Pd.AUD, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan dalam mengawal tumbuh kembang buah hati.
Ibu Astina Ratna Dewi, S.Pd.AUD menekankan pentingnya peran bersama dalam membangun fondasi pendidikan anak sejak dini.
“Mari kita wujudkan PAUD yang berkualitas. Pendidikan anak usia dini sangat penting, maka untuk para orang tua mari tetap berkomunikasi dan berkolaborasi dengan kami tentang tumbuh kembang anak,” tutur beliau dalam sambutannya.
Memahami Karakteristik Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
Dalam sesi pematerian, Sonyalita Bintang Rivanda, S.Psi., M.Si., memaparkan materi komprehensif terkait cara memahami anak usia dini. Beliau menjelaskan bahwa anak usia dini memiliki karakteristik unik yang perlu dipahami oleh setiap orang tua agar dapat memberikan pola asuh yang tepat.
Berikut adalah beberapa poin penting yang dijelaskan oleh Ibu Sonyalita mengenai tumbuh kembang dan karakteristik anak usia dini:
Anak-anak pada usia dini memiliki tingkat rasa penasaran yang sangat tinggi. Hal ini membuat mereka sering bertanya dan selalu ingin tahu tentang berbagai hal di sekitar mereka.
- Dunia Imajinatif dan Belajar Melalui Bermain
Anak usia dini belajar dan memahami dunia melalui proses bermain serta berpura-pura. Dunia imajinatif menjadi sarana utama bagi mereka untuk menyerap informasi baru.
- Karakter Aktif yang Membutuhkan Eksplorasi
Secara fisik, anak usia dini sangat aktif. Mereka membutuhkan ruang untuk bergerak dan melakukan eksplorasi guna mendukung perkembangan dirinya.
- Sifat Mandiri dan Keinginan Mencoba Sendiri
Pada fase ini, anak mulai menunjukkan dorongan kemandirian. Mereka selalu ingin mencoba melakukan berbagai hal sendiri tanpa bantuan penuh dari orang dewasa.
- Emosi yang Besar dan Regulasi Emosi Masih Berkembang
Anak usia dini sering kali menunjukkan emosi yang besar. Hal ini terjadi karena kemampuan mereka dalam melatih regulasi emosi masih dalam tahap berkembang.
- Belajar Bersosialisasi dan Bekerja Sama
Anak-anak mulai memasuki tahap belajar bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, seperti belajar berbagi, bergiliran, hingga bekerja sama dengan kawan sebayanya.
- Proses Memahami Konsekuensi
Di usia dini, anak-anak juga masih berada dalam tahap belajar untuk memahami akibat serta konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan.
Menjadi Tempat Aman Bagi Proses Belajar Anak
Ibu Sonyalita Bintang Rivanda, S.Psi., M.Si., menutup pemaparannya dengan memberikan penekanan penting mengenai perspektif orang tua dalam mendampingi anak. Beliau mengingatkan bahwa perilaku anak sebenarnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang mereka.
“Anak bukan sedang mempersulit kita. Mereka sedang belajar mengendalikan dunia kecilnya, sementara kita sedang belajar menjadi tempat aman bagi mereka,” ungkap Ibu Sonyalita.
Pelaksanaan Lazismu Goes to School di TK Negeri Pembina Bantur ini menjadi pengingat betapa krusialnya pemahaman pola asuh dalam mendampingi anak usia dini. Dengan adanya komunikasi yang erat antara orang tua dan pihak sekolah, serta pemahaman yang tepat terhadap perkembangan anak, mewujudkan PAUD yang berkualitas di Kabupaten Malang dapat tercapai secara maksimal.


